Selamat datang di blog saya, saya menyediakan berbagai tips maupun info tentang internet maupun pelajaran, terima kasih atas kunjungannya dan maaf blog ini tersedia hanya pelajaran saya saja, Welcome to my blog, I provide a variety of tips and info on the internet as well as lessons, thanks for visiting and sorry this blog is available only lesson I have 1
Get Gifs at CodemySpace.com
Subscribe:

Subscribe Now: poweredby

Powered by FeedBurner

Monday, 28 November 2011

INDONESIA PADA MASA REFORMASI


A. BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU

Keberhasilan Pemerintahan Orde Baru dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, harus diakui sebagai suatu prestasi besar bagi bangsa Indonesia. Di tambah dengan meningkatnya sarana dan prasarana fisik infrastruktur yang dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Namun, keberhasilan ekonomi maupun infrastruktur Orde Baru kurang diimbangi dengan pembangunan mental ( character building ) para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaku ekonomi (pengusaha / konglomerat). Kalimaksnya, pada pertengahan tahun 1997, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi budaya (bagi penguasa, aparat dan penguasa)
1. Faktor Penyebab Munculnya Reformasi

Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru.

2. Krisi Politik

Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan politik. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa. Dalam UUD 1945 Pasal 2 telah disebutkan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat, tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (nepotisme).
Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah, DPR, dan MPR. Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN.

Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, di antaranya :
  • UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum
  • UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang DPR / MPR
  • UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya.
  • UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum
  • UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.
Perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar. Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu, konglomerasi, tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996. Peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, bukan hanya menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja, tetapi masyarakat menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia. Di dalam kehidupan politik, masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada pihak oposisi sangat besar, terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan Presiden.

Terjadinya ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Menjelang akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997, meletus kerusuhan di Banjarmasin yang banyak memakan korban jiwa.
Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan kemenangan Golkar secara mutlak. Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 – 2003. Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali pencalonan Soeharto sebagai Presiden.
Dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan BJ. Habibie sebagai Wakil Presiden. Timbul tekanan pada kepemimpinan Presiden Soeharto yang dating dari para mahasiswa dan kalangan intelektual.

3. Krisi Hukum

Pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa, masalah hukum juga menjadi salah satu tuntutannya. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya.

4. Krisi Ekonomi

Krisi moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia ternyata belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut. Krisi ekonomi Indonesia berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Ketika nilai tukar rupiah semakin melemah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Kondisi moneter Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada akhir tahun 1997. Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). Ternyata udaha yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil, karena pinjaman bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di kembalikan begitu saja.
Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara, tetapi juga telah menghancurkan keuangan nasional.

Memasuki tahun anggaran 1998 / 1999, krisis moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Kondisi perekonomian semakin memburuk, karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok sembako di pasaran mulai menipis. Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik tidak terkendali. Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat. Untuk mengatasi kesulitan moneter, pemerintah meminta bantuan IMF. Namun, kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi, walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF.
Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak terlepas dari masalah utang luar negeri.

Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. Namun, utang luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya merupakan utang Negara, tetapi sebagian lagi merupakan utang swasta. Utang yang menjadi tanggungan Negara hingga 6 februari 1998 mencapai 63,462 miliar dollar Amerika Serikat, utang pihak swasta mencapai 73,962 miliar dollar Amerika Serikat.

Akibat dari utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia semakin menipis. Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta tingginya kredit macet.

Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri, namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih rendah.
Sementara itu, pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Sebaliknya, sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli, oligopoly, dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi.

Pola Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru bersifat sentralistis. Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta.
Pelaksanaan politik sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi. Ini terlihat dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat. Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers yang bersifat Jakarta-sentris, karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta selalu menjadi berita utama. Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang kaitannya dengan kepentingan pusat biasanya kalah bersaing dengan berita-barita yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang, halaman, walaupun yang memberitakan itu pers daerah.

5. Krisi Kepercayaan

Demontrasi di lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan.
Tragedi Trisakti itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak merakyat.

Soeharto kembali ke Indonesia, namun tuntutan dari masyarakat agar Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Rencana kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para pimpinan DPR / MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total di penuhinya. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai pimpinan DPR / MPR. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri.
Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta. Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi, melakukan perubahan kabinet, segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden.
Dalam perkembangannya, upaya pembentukan Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie dan langsung diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara.
READ MORE - INDONESIA PADA MASA REFORMASI

Masa Orde Lama



Demokrasi Terpimpin _1959-1965_ pada Masa Orde Lama






READ MORE - Masa Orde Lama

Saturday, 26 November 2011

Sekolah Menengah Kejuruan (Kelas 12)



1.Matematika
Kelompok Penjualan dan Akutansi


Pengarang : To'ali
Penerbit : Pusat Perbukuan Diknas
Tahun : 2008

Download (4,233 MB)

2.Bahasa Indonesia
Komunikatif Dalam Berbahasa Indonesia


Pengarang : Nani Darmayanti
Penerbit : Pusat Perbukuan Depdiknas
Tahun : 2008

Download (2,006 MB)

3.Bahasa Indonesia
Berbahasa Indonesia


Pengarang : Mokhamad Irman, Tri Wahyu Prastowo dan Nurdin
Penerbit : Pusat Perbukuan Diknas
Tahun : 2008

Download (1,809 MB)

4.
 
Bahasa Indonesia
Bahasa Dan Satra Indonesia


Pengarang : Siswasih, Kanen M. Ridwan
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,468 MB)

5.
 
Budidaya Ikan Jilid 3

Pengarang : Gusrina
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (0,689 MB)

6.Akomodasi Perhotelan Jilid 3

Pengarang : Ni Wayan Suwithi,dkk
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,323 MB)

7.Biologi Pertanian Jilid 3

Pengarang : Amelia Zulyanti Siregar,S.Si,M.Pd,dkk
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,448 MB)

8.Tata Kecantikan Kulit Jilid 3

Pengarang : Herni Kusantati
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (5,025 MB)

9.Teknik Otomasi Industri Jilid 3

Pengarang : Agus Putranto, dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,840 MB)

10.Kimia Kesehatan Jilid 3

Pengarang : Zulfikar
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,343 MB)

11.Kriya Keramik Jilid 3

Pengarang : Wahyu Gatot Budiyanto,dkk
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (5,057 MB)

12.Kriya Tekstil Jilid 3

Pengarang : Budiyono,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,697 MB)

13.Nautika Kapal Penangkap Ikan Jilid 3

Pengarang : D. Bambang Setiono Adi,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,628 MB)

14.Patiseri Jilid 3

Pengarang : Anni Faridah,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,313 MB)

15.Pekerjaan Sosial Jilid 3

Pengarang : Juda Damanik
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (0,564 MB)

16.Rekayasa Perangkat Lunak Jilid 3

Pengarang : Aunur Rofiq Mulyanto,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,106 MB)

17.Restoran Jilid 3

Pengarang : Prihastuti Ekawatiningsih,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (1,472 MB)

18.
 
Seni Tari Jilid 3

Pengarang : Rahmida Setiawati
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (0,966 MB)

19.Seni Musik Non Klasik Jilid 3

Pengarang : I Budi Linggono
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (6,352 MB)

20.Tata Kecantikan Rambut Jilid 3

Pengarang : Rostamailis,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (1,324 MB)

21.Tata Busana Jilid 3

Pengarang : Ernawati,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,577 MB)

22.Teknik Alat Berat Jilid 3

Pengarang : Budi Tri Siswanto
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,175 MB)

23.Teknik Bodi Otomotif Jilid 3

Pengarang : Gunadi
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,875 MB)

24.Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 3

Pengarang : Prih Sumardjati,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,325 MB)

25.Teknik Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Elektronika Jilid 3

Pengarang : Widarto,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,036 MB)

26.Teknik Perencanaan Gizi Makanan Jilid 3

Pengarang : Liswarti Yusuf,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (1,416 MB)

27.Teknik Survei dan Pemetaan Jilid 3

Pengarang : Iskandar Muda Purwaamijaya
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (5,776 MB)

28.Teknik Telekomunikasi Jilid 3

Pengarang : Pramudi Utomo
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (1,931 MB)

29.Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 3

Pengarang : Aslimeri,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (0,609 MB)

30.Teknik Produksi Mesin Industri Jilid 3

Pengarang : Wirawan Sumbodo
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,953 MB)

31.Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 3

Pengarang : Sri Waluyanti
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,460 MB)

32.Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Jilid 3

Pengarang : Umi Muawanah,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,756 MB)

33.Kriya Kulit Jilid 3

Pengarang : I Wayan Suardana
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,567 MB)

34.Penjualan Jilid 3

Pengarang : Devi Puspitasari
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,003 MB)

35.Teknik Budidaya Tanaman Jilid 3

Pengarang : Chairani Hanum
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,524 MB)

36.Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 3

Pengarang : Suhadi,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,072 MB)

37.Teknik Listrik Industri Jilid 3

Pengarang : Siswoyo
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,502 MB)

38.Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 3

Pengarang : H. Supari Muslim
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,549 MB)

39.Teknik Pembentukan Pelat Jilid 3

Pengarang : Ambiyar
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (10,362 MB)

40.Kimia Industri Jilid 3

Pengarang : Suparni Setyowati Rahayu,dkk.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,465 MB)

41.Teknik Pencelupan dan Pencapan Jilid 3

Pengarang : Sunarto
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,232 MB)

42.Teknik Struktur Bangunan Jilid 3

Pengarang : Dian ariestadi
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,373 MB)

43.Fisika Tekonologi Jilid 3

Pengarang : Endarto,dkk
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (2,268 MB)

44.Matematika SMK Bisnis dan Manajemen Jilid 3

Pengarang : Drs. Bandung Ary S.M.Kom, dkk
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (0,604 MB)

45.
 
Agribisnis Ternak Ruminansia Jilid 3

Pengarang : Ir. Caturto Priyo Nugroho,MM
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (0,777 MB)

46.Teknik Gambar Bangunan Jilid 3

Pengarang : Drs. Suparno
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,428 MB)

47.Teknik Grafis Komunikasi Jilid 3

Pengarang : Drs. Pujianto
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (6,197 MB)

48.Teknik Mesin Industri Jilid 3

Pengarang : Drs. Sunyoto
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (3,914 MB)

49.Teknik Pengecoran Jilid 3

Pengarang : Hardi Sudjana,SPd.
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download : Rapidshare (20,141 MB)

50.Teknik Sepeda Motor Jilid 3

Pengarang : Prof.Dr.Jalius Jama, M.Ed,dkk
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download (4,210 MB)

51.
 
Communication Builder

Pengarang : Eri Kurniawan Dan Arief Kurniawan
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Download ( MB) Belum Ada
READ MORE - Sekolah Menengah Kejuruan (Kelas 12)

Comment Box